MASGUN: Tulisan : Hidup Sempurna
Aku kagum pada hidupku sendiri. Hidupku begitu sempurna.
Bangun pagi diatas tempat tidur yang empuk dan selimut yang hangat. Sebuah smartphone Lumia canggih bergetar-getar tak jauh dari meja belajar dengan sebuah komputer MacBook.
Jika aku berjalan dan menyalakan lampu kamar, terpajang puluhan buku-buku sumber ilmu pengetahuan di rak-raknya. Ada setumpuk mainan yang jika diuangkan kadang menjadi tidak logis.
Ada sebuah lemari pakaian dengan pakaian-pakaian branded. Pernah terpikir menghitung semuanya kembali menjadi nilai uang? Jutaan bahkan. Hanya dalam satu lemari.
Sebuah sepatu outdoor dan tas ransel yang mahal. Semua itu seperti sebuah angan-angan yang tiba-tiba terwujudkan. Bahkan aku tidak perlu bekerja bersusah payah untuk membeli semua itu. Aku cukup menyalakan laptop dan mengetik pada 72 tombolnya. Berangkat ke kampus setiap pagi dengan uang jajan yang tidak pernah kurang. Di kampus pun cumahaha hihi bersama teman-teman. Ada tugas? Pikir belakangan.
Aku kagum
Aku tertegun menyaksikan hidupku yang begitu sempurna. Tidak satupun pernah aku sesungguhnya mengalami kekurangan meski setiap hari aku selalu merasakan kekurangan. Kurang ini dan itu. Sesuatu yang tidak aku miliki dan menjadi keinginan.
Seperti lebih banyak lagi buku, sepatu gunung di etalase Eiger dengan harga satu juta. Atau sebuah jam tangan G-Shock seharga 1.5 juta. Atau seperti keinginan sepele seperti saat ini ingin makan ayam goreng seharga 16 ribu satu porsi.
Pernahkah aku berhenti dari segala kesempurnaan ini ? Aku bertanya pada diri sendiri.
Berhenti dari segala aktivitas yang serba terpenuhi segala kebutuhan, duduk di pinggi jalan dan menyaksikan kehidupan orang lain. Ada yang diatas kita ada yang dibawah kita. Bahkan ada yang teramat jauh dibawah kita dan teramat jauh diatas kita.
Berhenti dari segala aktivitas dan berpikir.
Aku sudah dipenuhi segala kebutuhan sejauh ini, mengapa masih mengeluh ? Mengeluhkan motor yang tidak kunjung diganti-ganti sejak kelas 1 SMA, HP yang kalah canggih dengan yang keluaran terbaru. Bahkan mengeluh karena malam ini makanannya tidak enak. Atau mengeluh malam ini banyak tugas dan kamu harus begadang mengerjakannya. Bahkan mengeluhkan hal tidak penting seperti rindu pada seseorang yang bahkan bukan siapa-siapa dan tidak memberi manfaat apa-apa buatmu. Hanya membuang-buang energi dan waktumu.
Berhenti sejenak dari segala aktivitas yang serba tercukupi dan berpikir. Sungguh, hidupku sangat sempurna sejauh ini. Aku tidak perlu bersusah payah mencari uang karena ada yang mencarikannya. Aku hanya cukup menyetorkan bukti nilai-nilai yang bisa dengan berbagai cara aku dapatkan.
Berhenti dari segala aktivitas dan berpikir. Aku telah lupa untuk bersyukur.
Bandung, 5 Mei 2013
pada usia 22 Tahun 6 bulan 18 hari
:”O cool! Hats off
Digitizing negatives is a fancy phrase for turning your film photos into files on your computer. The Helmut app is a new program that allows you to use your smartphone and a simple lightbox to scan negatives.
At the moment, it’s only available on the Google Play Store, but we’ll keep our fingers crossed for an iOS version.
p.s. We first spotted Helmut at Photo Hack Day Berlin! Check out what other awesome stuff hackers made that day.
Helmut App Lets You Scan Negatives With Your Phone
via Cool Hunting
Saya sudah bertahun-tahun merasakan hidup jauh dari orangtua. Pernah ada masa-masa dimana saya merasa terganggu dengan setiap detail pertanyaan ummi saya. Namun saat saya mencoba memposisikan diri saya sebagai beliau, saya tersadar, bahwa semua pertanyaan-pertanyaan itu, semua kekhawatiran itu, tersebab dari betapa cintanya beliau kepada saya. Ada satu hal yang membuat saya yakin, apa yang saya peroleh hingga detik ini, menjadi apa diri saya saat ini, tak terlepas dari doa beliau. Untukmu, duhai ibundaku, peluk hangat dan doa khusus dari tempat yang jauh.
That there is at least one man in the world who will never hurt her."
salah satu postingan nya ticut di group ‘Mabes Inspirasi’ malam ini. (via citramahfud)
iyaaaaaaa, bangetttttttttt, ayaaaaaaah :”“”“”“”
(via isnidalimunthe)
Surabaya.
Asal namanya diambil dari legenda pertarungan ikan hiu melawan buaya di sungai Brantas. Kini Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia dan menjadi ibukota propinsi Jawa Timur.
saya juga orang Surabaya walaupun hanya numpang hidup.
kangen kota ini..
Social Media Citation Guide
untuk diperhatikan, yang versi APA itu serius loh. hehehe… MLA saya gak tahu. gak pernah make.
A Great Guide on How to Cite Social Media Using Both MLA and APA styles
You’ll probably find this useful at some point.
Man, where was this chart when I was in library school?
ciyusly?
Belum, cuyy. Hahahahaa :D
woi, anon siapa inih?? mery? apa tommy?