Dum Spiro Spero
While I breath, I hope.
June 1st
11:31 AM
Via

akio:

thewanderingchild:

Rules and structure of Arabic calligraphy.

May 31st
10:47 PM

[LINK] Kisah Ramayana Indonesia

3B. Brilliant, bagus, dan.. BERAAATT

May 28th
6:55 PM
Via

iseng nyari ngubrek-ubrek dokumen paten online , ketemu juga , ternyata bener , Paten Tempe yang kita makan sehari-hari itu ada di US. dipatenkan disana. yang dipatenkan bukan tempenya , tapi metode pembuatan tempenya 
seperti yang saya kemukakan di postingan beberapa waktu yang lalu , paten itu meliputi teknologi,metode/cara,dan proses

ANALISIS KASUS
saya rasa sedikit dari kita yang tahu , mau tahu , dan mencari tahu :)
maka silakan disimak analisis berikut  , jika terjadi kesalahan analisis dan temen-temen tahu jawabannya , silakan hubungi saya utk saya luruskan tulisan berikut :)
Jika memang tempe itu makanan asli Indonesia , kenapa patennya di U.S dan oleh orang sana juga patentnya , jika kita memperhatikan tahun patent ,lihat ada tahun 1966 ( tahun paten )dan 1962 ( filing ), artinya dokumen ini sudah dimasukan tahun 1962 dan baru keluar surat patennya 4 tahun kemudian
Jika tempe itu makanan asli Indonesia , ada kemungkinan proses pembuatan tempe waktu itu ada orang bule yang belajar cara nya , dan dibawa ke US untuk dipatenkan
melihat tahunnya , 1962-1966 kalo tidak salah kondisi politik Indonesia di tahun-tahun sekitar itu sedang tidak stabil di negeri ini
pun jika waktu itu Indonesia menuntut , itu bisa saja karena secara jelas tempe adalah makanan khas di Indonesia ( saya sendiri kurang tahu apakah tempe benar2 asli indonesia )
sebab kondisi politik tidak stabil , tidak ada waktu untuk mengurus masalah paten seperti ini.Mungkin begitu.
Sekarang paten tersebut sudah kadaluwarsa , seandainya dulu pemegang paten menuntut royalti / melarang pembuatan tempe tanpa lisensi untuk setiap tempe yang dibuat di negeri ini , ada kemungkinan terjadi penolakan besar-besaran dari para produsen tempe di Indonesia.
hal ini sepertinya tidak hanya terjadi pada tempe , beberapa ramuan jamu / proses pembuatan makanan makanan yang kita kenal dan sangat familiar , patennya dimiliki oleh negara lain.

iseng nyari ngubrek-ubrek dokumen paten online , ketemu juga , ternyata bener , Paten Tempe yang kita makan sehari-hari itu ada di US. dipatenkan disana. yang dipatenkan bukan tempenya , tapi metode pembuatan tempenya 

seperti yang saya kemukakan di postingan beberapa waktu yang lalu , paten itu meliputi teknologi,metode/cara,dan proses


ANALISIS KASUS

saya rasa sedikit dari kita yang tahu , mau tahu , dan mencari tahu :)

maka silakan disimak analisis berikut  , jika terjadi kesalahan analisis dan temen-temen tahu jawabannya , silakan hubungi saya utk saya luruskan tulisan berikut :)


Jika memang tempe itu makanan asli Indonesia , kenapa patennya di U.S dan oleh orang sana juga patentnya , jika kita memperhatikan tahun patent ,lihat ada tahun 1966 ( tahun paten )dan 1962 ( filing ), artinya dokumen ini sudah dimasukan tahun 1962 dan baru keluar surat patennya 4 tahun kemudian

Jika tempe itu makanan asli Indonesia , ada kemungkinan proses pembuatan tempe waktu itu ada orang bule yang belajar cara nya , dan dibawa ke US untuk dipatenkan

melihat tahunnya , 1962-1966 kalo tidak salah kondisi politik Indonesia di tahun-tahun sekitar itu sedang tidak stabil di negeri ini

pun jika waktu itu Indonesia menuntut , itu bisa saja karena secara jelas tempe adalah makanan khas di Indonesia ( saya sendiri kurang tahu apakah tempe benar2 asli indonesia )

sebab kondisi politik tidak stabil , tidak ada waktu untuk mengurus masalah paten seperti ini.Mungkin begitu.

Sekarang paten tersebut sudah kadaluwarsa , seandainya dulu pemegang paten menuntut royalti / melarang pembuatan tempe tanpa lisensi untuk setiap tempe yang dibuat di negeri ini , ada kemungkinan terjadi penolakan besar-besaran dari para produsen tempe di Indonesia.

hal ini sepertinya tidak hanya terjadi pada tempe , beberapa ramuan jamu / proses pembuatan makanan makanan yang kita kenal dan sangat familiar , patennya dimiliki oleh negara lain.

May 25th
7:13 PM
Via
kuntawiaji:

You’re The Drive: Digital Data Can Now Be Stored In DNA
TPM’s Carl Franzen reports on a rather cyber-punk development in human-computer relations:
Forget saving files to flash drives and cloud servers. Now, digital information can be stored in the DNA of living organisms, thanks to a breakthrough discovery by researchers at Stanford University in California.
A trio of scientists successfully demonstrated the ability to flip the direction of DNA molecules in sample E.coli bacteria in two directions, mimicking the “1s” and “0s” of binary code, which is at the root of all modern computer calculations.
“Essentially, if the DNA section points in one direction, it’s a zero. If it points the other way, it’s a one,” said Pakpoom Subsoontorn, a bioengineering graduate student at Stanford involved in the research, in an article on the Stanford School of Medicine website.
As a result, the researchers were able to get bacteria cells to glow either red or green under ultraviolet light, and were even able to arrange the colors to spell out specific messages in petri dishes holding the bacteria. (Photo above)
(Hear both the practical and imaginative possibilities envisioned by the inventors—check out the full story)

kuntawiaji:

You’re The Drive: Digital Data Can Now Be Stored In DNA

TPM’s Carl Franzen reports on a rather cyber-punk development in human-computer relations:

Forget saving files to flash drives and cloud servers. Now, digital information can be stored in the DNA of living organisms, thanks to a breakthrough discovery by researchers at Stanford University in California.

A trio of scientists successfully demonstrated the ability to flip the direction of DNA molecules in sample E.coli bacteria in two directions, mimicking the “1s” and “0s” of binary code, which is at the root of all modern computer calculations.

“Essentially, if the DNA section points in one direction, it’s a zero. If it points the other way, it’s a one,” said Pakpoom Subsoontorn, a bioengineering graduate student at Stanford involved in the research, in an article on the Stanford School of Medicine website.

As a result, the researchers were able to get bacteria cells to glow either red or green under ultraviolet light, and were even able to arrange the colors to spell out specific messages in petri dishes holding the bacteria. (Photo above)

(Hear both the practical and imaginative possibilities envisioned by the inventors—check out the full story)

May 23rd
12:03 AM
Via

vietnanti:

Ada banyak ekspetasi dalam hubungan atau pertemanan yang ‘intens’.. yang berarti ada banyak celah untuk saling membahagiakan sekaligus juga bisa berujung saling mengecewakan…menghindari hubungan yang intens sikap aman yg sering jadi pilhan. Namun adakalanya tidak dapat menghindarinya..masuk juga kedalam situasi itu … memulai silaturrahim  itu mudah, menjaga silaturahim itu yang sulit..

May 22nd
7:42 PM
Via
nayasa:

Nancep cuy!

nayasa:

Nancep cuy!

May 21st
10:28 PM
Via
[Flash 9 is required to listen to audio.]

Doraemon Acoustic

by Depapepe

ikumaikuma:

KYAAAAAAAAAAK~ SUGOI DESU NEEEEEEEEEEEEE!!!!!!!!!!

elwi:

Depapepe - Doraemon ost. (accoustic version)


Contemplate on the creation. Glorify the Creator. Get real.. Get outside!

May 17th
1:09 PM
Via

ragilliarach:

Claycat’s THE RAID

Loool :)) 

2:25 AM
Via
#JGNM #edisiNTUST
wiraredi:

Jangan Galau Nanti Mati #JGNM
hasil percakapan lewat YM pagi2 suntuk bersama chuby , terus langsung eksekusi di pagi hari di hari yang sama. semakin diliat foto ini semakin merasa bodo banget sih mau pose begini -_- . semangat2!!! jangan galau lagi, nanti bisa mati.
inspired by : http://ayuprissa.tumblr.com/post/23106338694/isnidalimunthe-jangan-galau-nanti-mati

#JGNM #edisiNTUST

wiraredi:

Jangan Galau Nanti Mati #JGNM

hasil percakapan lewat YM pagi2 suntuk bersama chuby , terus langsung eksekusi di pagi hari di hari yang sama. semakin diliat foto ini semakin merasa bodo banget sih mau pose begini -_- . semangat2!!! jangan galau lagi, nanti bisa mati.

inspired by : http://ayuprissa.tumblr.com/post/23106338694/isnidalimunthe-jangan-galau-nanti-mati